Mengapa Harus Cantik ?
Setiap kali saya berusaha menjodohkan teman-teman dekat saya yang sudah berusia 25 sampai 30-an tahun, saya sering berhadapan dengan penolakan dari pihak laiki-lakinya. Alasannya semua sama, entah kebetulan yang saya temui pria-pria yang punya karakter yang sama atau tidak. Mau tau alasannya apa? Yups….! Soal fisik, appearance, dan kecantikan dari para wanita tersebut. Katanya sih kurang menrrik, kurang memiliki passion, kurang cantik, kurang putih, kurang semampai, dan kurang dalam segala ukuran-ukuran fisisk lainnya.
Gubraaakkkk…….
Gak sopannn…..kadang aku bingung deh knapa sihhh cowok itu sering menomorsatukan masalah fisik? Padahal di balik wajah yang kurang cantik, atau fisik yang kurang oke, banyak tersimpan akhlak yang mulia. Malah kadang di balik keayuan, kelangsingan, atau kemolekan, tersimpan sifat materialistis atau sifat-sifat buruk lainnya.
Saya punya beberapa teman yang memang sekilas mereka tidak punya daya tarik secara fisik. Tapi mereka memiliki prestasi yang jauh lebih baik dari yang lain. Ada yang hafal Qur’an sampai lebih dari 10 juz, ada yang sukses dalam karirnya, ada yang pandai menulis, ada yang orang nya super-super sabar, ada yang tough dalam hidupnya…..Tapi mengapa para pria langsung menolak tanpa berusaha untuk kenal lebih dekat dan menyelami keluhuran budi mereka, sebelum langsung menolak dengan alasan : gak cantik, gak oke secara body….huhhh
Emang sihh bukan brarti terus wanita tuh cuek jadi gak boleh ngerawat tubuhnya. Yahhh….balance ajalah….tergantung sikon, keuangan, dll. Kalo udah bawaaan dari lahir kondisi fisiknya kurang, masak wanita itu yang disalahkan? Nah…kalo yang kurang karena gak ngerawat badan, misalnya badannya bau, rambutnya lepek en kutuan, itu mah lain soal. Islam menghargai kebersihan en keindahan. So, wanita juga musti sedikitnya keliatan bersih lah….Gak hars mahal pergi ke salon. Tapi kalo yang mampu ya monggo….Tapi sekarang udah banyak produk perawatan yang murah meriah seperti kalo sampo sekarang udah banyak yang 2 in 1, jadi gak usah beli conditioner, jadinya lebih irit. Kalau mata berkantung, kompres aja sama kain yang direndam air teh basi, atau kantong teh bekas. Dan masih banyak lagi tips-tips tampak bersih dan bugar, tanpa mahal-mahal.
So, ayolah para pria…., janganlah melihat calon istri dari fisik en wajah. Zaman sekarang, wajah en tubuh bisa dipermak, asal suami-suami mendukung (baik secara materi dan moril). Tapi please deh ahh….hadits dari Rasulullah aja menyuruh kita untuk melihat seseorang dari ‘cover’nya aja. Tapi lebih kepada hatinya.
Wallahu a’lam bishowwab….
NB : Btw, menurut teman-teman….aku ini …..ehm menarik gak ya secara fisik (sekarang loh, setelah beranak dua gendut, tidak seperti zaman dahulu kala…..) hua hua hua……mulai deh narsis…..!
March 21st, 2007 at 2:42 am
Iya kenapa ya…
kaum adam begitu..
semoga bagi teman2 kita
yang “ditolak” karena faktor fisik akan menemukan pasangan terbaiknya, yang benar2 mencintai apa danya…
kalo kita, kaum hawa kayaknya gak segitunya ya…
kegantengan orang bisa jadi terlampaui oleh kebaikan hati dan behavior yang simpatik
ya nda?
hanya pria berhati mulya yang kayaknya bisa menerima tanpa berorientasi fisik…
dan pria mulya itu untuk wanita yang mulya. Amin
Btw, mba Pipit tetep manis kok,
walaupun setelah punya 2 anak memang lebih “berkembang”, meluas tapi tidak meninggi
hehe
maap..sama2 kok kita ^-^
April 13th, 2007 at 11:04 am
Boo..Masih aja ya ‘getol’ jadi mak comblang
January 25th, 2008 at 9:54 am
hahahhahaha
GG
*bisa curhat colongan nih?*
iya kenapa ya??
tapi tak apa,hanya orang2 yg dangkal-lah yg menilai orang lain dari bentuk luar.semoga kita selalu dijauhkan dari sifat kurang terpuji tersebut!
padahal,
kalau dipikir dan dicerna, mereka paham betul ttg ajaran agama Islam yang baik dan benar ya mbak. menjalankan sesuai syariat di sisi lain. tapi masih bisa main fisik di sisi lain?! Wallahualam.. betul mbak..
gampangnya,kalau memang tidak bisa dapat pria beriman hanya karena bentuk fisik, semoga Allah mengaturkan jodoh yang lebih baik kelak, amien. semoga saja ya mbak?!