Sejauh Apa Aku Melangkah
Kalau lagi browsing2 FS teman, kerabat, sahabat, saudara….ada dua perasaan yang menyeruak dalam hati. Bangga karena melihat kesuksesan mereka semua di bidang akademis, pekerjaan, profesi, dan keluarganya. Tetapi di sisi lain kadang ada rasa sedih dan iri yang juga muncul. Bukan…bukan karena dengki….tetapi keirian ini timbul justru karena sekarang aku merasa aku sedang ‘terperangkap’ pada rutinitas yang membuat diri ini gak berkembang dan lebih maju lagi. Terutama dari segi mobilitas. Kalau melihat FS temen2ku sebagian besar dari mereka memiliki mobilitas luar biasa secara geografis, baik ke luar kota maupun ke luar negeri. Sementara kadang aku miris melihat gerakku yang cuma dari kampus Depok-Depok 1, kadang2 ke Salemba atau ke rumah ibuku di Duren Sawit, nyaris statis, dan itu terjadi setelah aku kerja di Program Ekstensi Manajemen FEUI. Sejak tahun baru Muharram lalu aku jadi berpikir ulang dan merenung tentang stagnasi ini. Aku harus membuat resolusi, gebrakan, perubahan di tahun 2008 ini; baik dari segi duniawi maupun akhirat. Aku ingin kembali dinamis, terus mencari pengalaman baru, dan terus belajar, dan tentunya ingin punya pengalaman ke luar negeri. Bukan untuk gaya2an. Tetapi berdasarkan pengalaman rekan2, pengalaman ke luar negeri akan menambah wawasan kita, paling enggak ngelancarin Bahasa Inggris kita (mengingat conversation ku masih ancur2an bin belepotan karena ga pernah dilatih bicara, padahal TOEFL paper based-ku nyampe 573). Selain itu, aku jadi ingat ucapan salah seorang sahabatku yang sudah berpengalaman keliling Asia Tenggara yang bilang bahwa setelah dia keliling Asia Tenggara, justru dia baru menyadari dan sangat menghargai kekayaan alam dan budaya Indonesia yang beraneka ragam.
So…..di tahun 2008 ini aku tidak boleh terjebak lagi dengan pekerjaan2 ku di Ekstensi, yang membuat langkah ini sering sulit untuk bebas bergerak….aku harus memulai tekad untuk mencari beasiswa S3…..ke luar negeri. Kalau tdk dapat ya sdh, yang penting sudah usaha, mungkin bukan rejekiku. Walaupun aku juga ga pernah yakin akan kemampuanku untuk melalui pendidikan S3 (mengingat IQ bukan tergolong jenius, biasa bgt, std dan nialai TPA-ku yang jg masih belum memenuhi standar Bappenas, he he…) tapi profesiku menuntut demikian. Kalau aku mau maju seperti rekan2ku…aku harus punya tekad kuat untuk melangkah ke sana…Doakan yang temans spy cita2 kuliah lagi terwujud, walaupun misalnya hanya di dalam negeri. Amiin….
January 25th, 2008 at 9:51 am
Mbak,
semangat ya mbak! ayo nanti kalau aku sudah bisa menemukan sinar dari ujung luar terowongan panjang ini, akan kubagi cerita apapun yang mbak perlukan
sabar ya mbak! niatnya ayo niat!! buat proposal! ayo!!..
Insya Allah. Kalau rejeki tak akan kemana.semua sudah diatur kan mbak??
gita bantu doa dulu buat mbak pit… you can do it mbak
GG