Maafkan……

"Habis gimana…hanya mereka yang dengan tulus membantuku di kala kesulitan. Dan hanya orang-orang seperti mereka yang pantas aku jadikan panutan….."

Kata-kata itu terngiang terus di telingaku…..
Dug…dada ini terasa langsung sesak mendengarnya. Hati juga merasakan keperihan yang mendalam…Ketika sholat pun air mata spontan tumpah dari pelupuk mata….
Dan aku merasa begitu jauh darinya, setelah sebelumnya terjalin persahabatan yang begitu indah….

Bukan…aku bukan menyalahkan dia yang mulai melihat kebaikan di sisi pihak lain….Sama sekali tidak…
Tapi aku justru mulai merenungkan….jangan2 selama ini segala uneg2 dan kekecewaan yang ia alami bersumber dari aku dan rekan-rekanku….

Peristiwa ini menjadikan bahan perenungan yang dalam bagiku…
Mungkin aku dan rekan2ku mulai harus berbenah banyak sekali dalam ilmu, akhlak, profesionalisme, dsb…

Aku takkan marah, aku takkan benci kepadanya bila ia lebih memilih ‘bersahabat’ dengan yang lain. Semua orang berhak untuk memilih dan berpendapat. Aku akan tetap sayang kepadanya seperti sebelumnya, walaupun kini aku mungkin bukanlah lagi menjadi tempatnya berbagi dan bercanda. Ia kan tetap menjadi adik kecilku, dengan harapan suatu saat dia kembali dengan semangatnya, dengan keceriaannya, dengan segala optimismenya.

Maafkan aku….adikku….
Ya Alloh ampuni kami yang mungkin salah dalam berucap dan  bertindak.
Ampuni kami juga bila kerap menyakiti orang lain…

One Response to “Maafkan……”

  1. Kusuma Says:

    Mba pipit..afwan ya kalo ceritaku jadi membebani mba…Mba jangan terlalu menyalahkan diri sendiri.. Kita kan sama2 menyanyanginya,jadi kita doakan dan dampingi dia terus ya mba. Tapi aku sepakat kalo ini harus kita jadikan bahan introspeksi diri.Luv u coz Allah

Leave a Reply