Archive for May, 2008

Nasib Jadi Staf Akademik

Wednesday, May 21st, 2008

Beginilah nasib jadi staf akademik. Gajinya sudh termasuk mengajar 3 mata kuliah, 2 di reguler dan 1 mata kuliah di ekstensi. Walaupun memang saya masih harus banyak bersyukur ke hadirat Aloh karena masih banyak berjuta orang di Indonesia yang bahkan ga punya uang untuk makan nasi 3 kali sehari. Tapi tekadang miris kalau sampai ga mencapai target 14 kali pertemuan untuk masing-masing dari ketiga mata kuliah tersebut, kita dianggap berhutang sama fakultas. Dan harus dibayar dengan honor 1 mata kuliah tambahan lainnya (ini asumsinya kalau departemen dan program ekstensi memberikan kita jatah 2 mata kuliah di departemen dan 2 mata kuliah di pogram). Kalau itupun tidak tercapai, kita harus menutupinya dengan honor membimbing skripsi mahasiswa yang jumlahnya juga ga seberapa. Kadang ‘hutang’ itupun ga tertutupi kecuali kita menguji komprehensif mahasiswa tanpa dibayar lebih dari 10 orang, minimal 5 org di reguler dan 5 org di ekstensi.  Walhasil, memang hasil yang kita dapatkan relatif lebih kecil dibandingkan rekan-rekan BHMN lain yang ditempatkan di struktural.

Tapi sekali lagi kami harus lebih banyak bersyukur…..itu juga yang selalu di ungkapkan para pembuat kebijakan…seharusnya kami bersyukur….karena di fakultas lain staf akademiknya dibayar sangat minim….ga sebesar gaji kami. Dan sekali lagi kami harus banyak bersyukur…. karena kami tidak dibebani kewajiban absen….karena tugas utama kami katanya adalah mengajar dan meneliti….Walaupun kami samapai sekrang sudah cukup ‘keder’ membagi waktu dengan mengajar 4 mata kuliah (yg kadang kami ga bisa dapet full 1 mata kuliah sehingga utk mencapai 4 kelas, bisa2 memegang 6 mata kuliah yang berbeda….), dimana memegang mata kuliah itu sudah termasuk bikin silabus, soal, koreksi ujian, koreksi tugas2, kuis, dsb. Kami juga harus membagi waktu utk membimibing mahasiswa yang dalam satu semester bisa numpuk lebih dari 5 org, karena kemampuan mahasiswa jg berbeda2…..Padahal sebagai staf BHMN kami dituntut untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Kalau alasannya karena kesehatan arau harus membagi waktu dengan keluarga tentu saja tidak diterima. Karena selalu dibandingkan dengan si Ibu A kok bisa, si Ibu B kok bisa….Yah mungkin memang kami yang kurang ulet kali yaa…walalupun waktu kita juga banyak habis untuk ‘berjibaku’ dengan angkot, kereta api, bis dll yang kadang tak menentu jadwalnya….Sementara ibu2 yg jadi patokan selalu diantar-kjemput sopir dengan mobil yang nyaman…Tapi emang kami aja kali yang kurang cerdas membagi waktu kami dengan efisien….

Kami juga harus bersabar melayani mahasiswa yang menjadi bimibingan akademik kami di program ekstensi. Karena mereka sudah bayar mahal utk kuliah, wajar kalau mereka menuntut servis yang memuasan dari program studi. Namun sebagai pembimbing kaademis kami juga memiliki keterbatasan pada kebijakan program studi yang kini harus selalu merujuk pada kebijakan fakultas dan UI, tidak seperti tahun2 sebelumnya yang otonom. Sehingga kami sering menghadapi kemarahan2 mahasiswa karena sistem SIAK-Ng, kurikulum, pilihan mata kuliah, dsb…. Dan yang terkadang membuat kesal ketika mahasiswa membandingkan dengan pengalaman kakak2 kelas mereka yg tentu saja kebijakannya berbeda dg kebjiakan saat ini. Paling sedih adalah kalau mahasiswa sudah ngotot, dan tdk mau terima kebijakan program dg segala keterbatasannya. Ada yg melapor ke rektor….ada yang marah2nya ke kami, ada yg ngancem bakal demo lewat BEM, dll….Padahal kami hanya menalankan peraturan yang bukan dibuat berdasarkan keinginan kami…..atau bahkan kepala program sekalipun. Semua program saat ini tersentralisasi ke departemen, fakultas, dan UI. Tapi semua kemarahan itu harus kami hadapi dengan bijak….semua itu masukan untuk perbaikan di masa yang akan datang…Walaupun rasanya agak pesimis karena pahitnya koordiansi dan integrasi setelah sekian lama otonomi dan di era di mana dunia manajemen saat ini bergerak ke arah desentralisasi.

Dan sekali lagi kami harus selalu bersyukur…..karena masih diberikan kesempatan bekerja di fakultas. Karena katanya banyak sekali orang2 yg antri utk menempati posisi kami. JAdi kalau kami mengeluh terus2an dan ga mau bersyukur….maka akan dengan sanagat mudah ibarat menjentikkan jari tangan utk mengganti kami dengan orang lain yg lebih rajin dan lebih patuh….

Dan kami masih harus banyak bersyukur masih punya ruangan di fakultas sedangkan banyak dosen yang bahkan tidak memiliki ruangan kerja sendiri di falutas. Alhamdulillah masih punya komputer dan bisa akses internet. Bisa YM-an dsb…

However….masih banyak hal yg harus disyukuri dari setiap pekerjaan…..Semua pekerjaan ada enak dan ada tidaknya. Katanya sih tingkat kedewasan kita teruji di sini. Kami masih jauh lebih beruntung dibandingkan berjuta rakyat miskin Indoneisa yang kelaparan dan resah dengan kenaikan BBM. Kami masih bisa makan 3 kali sehari dnegan lauk sehat, sementara orang lain cuma makan nasi aking atau bungkil jagung, dan tanpa lauk apapun kecuali garam.

Ya Alloh…jadikanlah kami makhuk-Mu yang pandai berdzikir dan bersyukur kepada-Mu. ampunilah kami yang sering mengeluh….Berikanlah jalan keluar untuk rakyat Indonesia keluar dari himpitan kesulitan dan bencana….Mudahkanlah rizki kami ya Alloh…Jauhkanlah kami dari rizki yang syubhat dan haram…..Berikanlah kami keselamatan dunia-akhirat…Amiiiinnn….